Fakta Menarik Soal Gunung Krakatau, Pernah Membelah Pulau Jawa

Gunung Krakatau merupakan salah satu gunung yang memiliki daya tarik di pulau Jawa. Gunung aktif yang terletak di Selat Sunda, Lampung Selatan, Lampung ini sering kali membawa kewaspadaan bagi penduduk sekitar. Sering kali dilaporkan akan meletus, menjadikan gunung ini tidak aman dijadikan objek wisata.

Krakatau juga masuk dalam catatan sejarah Indonesia dan bahkan sampai Negara tetangga. Bahkan anakan Krakatau yang menjadi pecahan gunung indukannya, sampai saat ini juga dianggap momok bagi warga sekitar. Sejak 26 Januari 2012, Gunung ini mulai detetapkan waspada dan masuk zona bahaya hingga radius 2 KM.

Selain menakjubkan karena sejarah meletusnya yang bahkan sampai mengguncang negara tetangga, inilah sejumlah fakta menarik mengenai gunung berapi ini.

Terbentuk Setelah Letusan Dahsyat

Gunung yang saat ini lebih dikenal dengan Anak Krakatau ini, terbentuk usai adanya ledakan mega dahsyat yang terjadi pada 23 Agustus 1883. Bahkan dalam catatan, ledakan yang ditimbulkan setara 3.000 kali bom atom yang menimpa Hiroshima.

Setelah letusan dahsyat tersebut muncul tsunami setinggi 30,5 meter atau 100 kaki dan menggemparkan sekitarnya. Dari ledakan saat itu, bebatuan apung bahkan sampai terlempar sejauh 5.331 kilometer dan mengakibatkan 36.489 orang meninggal dunia.

Gunung Paling Aktif di Indonesia

Krakatau menjadi salah satu gunung yang terdaftar selalu aktif di Indonesia. Mengingat tanpa terduga, gunung ini tiba-tiba mengeluarkan ledakan. Sama sekali tidak menandakan akan meletus, dalam waktu tertentu Krakatau memunculkan bom lava dan mengalirkan lava pijak yang mengejutkan.

Gunung ini juga dilaporkan menghilang karena puncaknya tidak terlihat setelah terjadi ledakan. Namun sejak permanen menjadi pulau di tahun 1930, gunung tersebut sampai sekarang masih terlihat kokoh berdiri.

Menjadi Sumber Inspirasi

Pasca ledakan, Krakatau menjadi sumber inspirasi bagi sejumlah orang. Edvard Munch menuangkan inspirasi jiwanya setelah melihat ledakan Krakatu pada 2004. Dia memunculkan langit Norwegia setelah letusan Anak Krakatu. Bahkan dia memberikan nama The Scream menandakan jika keadaan saat itu sangat mencekam.

Bukan hanya itu saja, letusan Krakatau juga dijadikan film dan drama. Seperti film berjudul Fair Wind to Java yang rilis pada 1953, Volcano of Destruction pada 2006 dan Krakatoa di tahun 2008.

Itulah sejumlah fakta menarik yang terjadi dari Gunung Krakatau. Meski menyeramkan, gunung teraktif di Pulau Jawa ini masih menjadi salah satu gunung terkenal yang memukau sampai saat ini.