Jembatan Pasupati, Ikon Megah Penghubung Bagian Utara dan Timur Kota Bandung

Di daerah Kota Bandung, anda mungkin bisa menemukan beberapa jembatan layang. Namun nama Jembatan Pasupati sudah dijadikan sebagai salah satu landmark di kota tersebut, sebab flyover ini menjadi penghubung untuk bagian utara dan timur Kota Bandung. Dengan panjang 2,8 km dan lebar 30 hingga 60 m, apa saja hal menarik dari jembatan satu ini ?

Hal Menarik dari Jembatan Layang Pasupati

  1. Nama Pasupati

Flyover Pasupati merupakan jalan layang yang menghubungkan antara Jalan Dr. Djundjunan atau Terusan Pasteur dengan Jalan Surapati. Dari sanalah pengambilan nama Pasupati, yaitu penggabungan antara nama Pasteur dan Surapati. Sebelum menjadi Pasupati, sebenarnya namanya adalah Paspati yang dalam bahasa Sunda berarti “pas mati”.

  1. Memiliki Teknologi Tahan Gempa

Jembatan yang dibangun melalui dana hibah dari pemerintah Kuwait ini adalah jembatan layang pertama di dalam negeri yang memanfaatkan teknologi anti gempa. Perangkat khusus tahan gembar yang digunakan bernama lock up device (LUD), yaitu teknologi buatan Perancis yang dipasang sebanyak 76 perangkat untuk menopang jalan.

  1. Jembatan Terpanjang Kedua

Di Indonesia, jembatan layang Pasupati menjadi jembatan terpanjang kedua setelah Jembatan Suramadu yang memiliki panjang sekitar 5,4 km. Pada malam hari, flyover ini terlihat sangat indah sebab disoroti oleh lampu lampu. Bahkan anda yang melintas cukup jauh dari jembatan, bisa menangkap sekilas bagaimana megahnya jembatan yang ditopang oleh 19 kabel baja tersebut.

Apakah anda pernah berkendara di atas Jembatan Layang Pasupati atau sekadar melintas tidak jauh dari jembatan tersebut ? Sebagai ikon megah dari Kota Bandung, flyover ini tidak hanya dijadikan sebagai jalan penghubung antara bagian utara dan timur kota. Namun banyak wisatawan yang menjadikannya sebagai destinasi tujuan. Tapi pastikan anda tetap mematuhi aturan lalu lintas.